Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Hidup. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015

Syukur

Lama sudah kutinggalkan kampung halamanku
Dan kupijakkan kakiku di lingkungan yang baru
Ada haru biru
Ada senda gurau

Di sini..... di tempatku yang baru
Sungguh berbeda dengan tempatku yang dulu
Dimana orang orangnya masih lugu
Tanpa polesan yang terlalu

Disini di tempat ini
Aku belajar kembali
Tentang diri sendiri
Tentang arti berbagi

Disini di tempat ini
Masih banyak orang yang berkekurangan
Hidup dalam keterbatasan
Walaupun untuk sekedar makan

Rumah yang sederhana
Pakaian yang seadanya
Kendaraan yang alakadarnya
Masih setia menemaninya

Tak ada kemewahan
Apalagi berhambur hamburan

Ketika kami mengunjungi rumahMu
Tak ada warna yang padu
Hanya putih yang berubah menjadi layu


Ya Rabb ....
Sungguh aku harus bersyukur
Atas nikmatMu yang terus tiada terukur
Sehingga kami jauh dari kufur

Po 1 juli 2015


Sabtu, 09 Mei 2015

Masakan Rumahan .....

Bismillah...

Entah mengapa saya masih kepikiran dengan perkataan yang sering saya dengar dari ibu - ibu. Pertama ketika saya sedang membeli nasi tiwul, ada ibu yang beli sayur sop beserta lauknya. Ibu tersebut bilang, enakan gini mbak, beli limaribu dah beres. Bisa dua kali makan. Coba kalau masak sendiri, udah repot, limaribu juga belum cukup, capek, cucian menumpuk. Wah mending beli aja deh. Praktis.

Senin, 23 Maret 2015

Rabu, 03 September 2014

Wanita Senja

Di daerah tempat tinggalku, ada seorang mbah-mbah sepuh yang ku kenal dengan nama mbah Bungkil. Entah nama asli ataukah nama julukan saya kurang tahu, namun sejak aku di sini semua orang memanggilnya dengan sebutan mbah Bungkil. 

Mbah Bungkil kini usianya sekitar 75 tahun lebih. Beliau mempunyai satu anak laki-laki yang ku kenal sebagai orang yang tidak seperti orang kebanyakan. Agak aneh kalau orang-orang bilang. Mungkin karena gayanya yang nge slow ditambah sering jadi bahan ejekan dan bulan-bulanan orang. Apalagi kalau dia ngomong, menunjukkan seperti orang tidak seratus persen